Sisi Lain Rumania: Menjelajahi Sibiu
Ada satu perjalanan yang cukup signifikan mengubah cara pandang dalam melihat Rumania. Perjalanan 'dinas' dalam negeri kali ini sedikit membuka mata bahwa di negara yang sudah cukup maju sekalipun, ada masalah unik yang mereka hadapi.
Sebagai mahasiswa doktoral, salah satu aktivitas yang akan cukup sering dilakukan adalah berpartisipasi dalam academic conference, baik sebagai presenter maupun peserta. Konferensi akademik bukan hanya tempat untuk mempresentasikan hasil riset, tetapi juga kesempatan emas untuk mendapatkan umpan balik dari akademisi lain, memperluas jaringan, serta melihat perkembangan terbaru dalam bidang studi yang kita tekuni.
Di akhir bulan Mei ini, saya bersama teman mendapatkan kesempatan untuk menghadiri dan mempresentasikan sebuah paper di sebuah konferensi yang di selenggarakan oleh sebuah Universitas lokal di Sibiu, sebuah kota kecil di Rumania yang berjarak sekitar lima jam perjalanan dari Bukares. Setelah berbulan-bulan berkutat dengan papers, laporan, dan data, serta rutinitas yang terbatas pada pergerakan antara apartemen, perpustakaan, dan kedai kopi, perjalanan ini terasa begitu berharga. Meskipun tetap dalam rangka kerja—karena saya harus mempresentasikan ongoing findings dari penelitian saya—keluar dari rutinitas sehari-hari memberikan perspektif baru dan menyegarkan pikiran. Paper yang saya presentasikan kali ini adalah hasil literature review terkait topik informality di Indonesia, dan merangkum beberapa tren terkait sektor informal yang menjadi basis dalam penelitian selanjutnya.
Kereta lokal yang mengubah pandangan
Salah satu hal yang paling berkesan dalam perjalanan ini adalah pengalaman pertama menaiki kereta lokal di Rumania. Jika biasanya saya hanya berpindah dari satu tempat ke tempat lain menggunakan transportasi umum dalam kota, kali ini saya benar-benar merasakan perjalanan lintas daerah dengan moda transportasi yang berbeda. Karena berstatus mahasiswa, saya bisa mendapatkan tiket diskon 90 persen hehehe.
Naik kereta lokal di Rumania memberikan perspektif baru tentang negeri ini. Berbeda dengan hiruk-pikuk Bukares, perjalanan dengan kereta memperlihatkan sisi lain dari Rumania yang lebih tenang, dengan pemandangan pedesaan, hutan, dan pegunungan yang memesona. Meskipun ada beberapa minor things that I noticed: kondisi dan fasilitas kereta nya bukan yang terbaik, dan masih banyak model penumpang yang belum pernah saya temukan ketika di Bukares. You'll understand what I mean ketika nanti sudah mencoba menjajaki kereta CFR Romania ini :)

Our first stop at Brasov Station
Menjelajahi Sibiu: Kota Kecil dengan Nuansa Medieval
Sibiu adalah kota kecil yang memiliki atmosfer khas Eropa abad pertengahan. Bangunan-bangunannya masih mempertahankan arsitektur klasik, dengan jalanan berbatu dan alun-alun kota yang terasa hangat meskipun saat itu musim gugur mulai terasa dingin. Saya dan rekan menghabiskan waktu berkeliling kota setelah sesi konferensi selesai, menikmati keindahan kota tua yang penuh dengan sejarah. Bangunan-bangunan yang unik dengan atap yang memiliki ventilasi seperti mata yang mengintai orang yang melihatnya dari jauh.

Visiting Astra Museum
Refleksi: Pentingnya Keluar dari Rutinitas
Perjalanan ini mengingatkan saya pada satu hal penting: sebagai researcher (apalagi yang masih early-stage), kita memang dituntut untuk terus belajar, meneliti, dan mempublikasikan karya ilmiah. Namun, sesekali keluar dari rutinitas adalah sesuatu yang sangat berharga. Konferensi bukan hanya soal mempresentasikan penelitian, tetapi juga tentang bertukar pikiran, mendapatkan inspirasi baru, dan melihat dunia dari sudut pandang yang lebih luas.
Menulis pengalaman seperti ini juga penting, bukan untuk sekadar berbagi cerita perjalanan, tetapi untuk mendokumentasikan proses belajar dan berbagi wawasan dengan orang lain. Bukan untuk memaksakan pendapat pribadi, tetapi untuk menyebarkan pengetahuan dan mungkin menginspirasi orang lain untuk menjelajah dan belajar lebih banyak.
Thanks to my travel mate for taking this picture*
Komentar
Posting Komentar