Sekolah Musim Panas di kota Split
First arrive while sunset |
Salah satu pengalaman paling berkesan di Split adalah mendaki Marjan Peaks, bukit hijau yang unik di tengah kota, meskipun namanya mirip dengan brand sirup di Indonesia hehe. Dengan jalur hiking yang dikelilingi pohon pinus dan pemandangan menghadap Laut Adriatik, ini adalah tempat sempurna untuk melihat kota Split dari atas. Sore itu setelah sesi metodologi kuantitatif yang menguras otak, saya bersama seorang teman 'melarikan diri', refreshing ourselves dengan berjalan kaki ke Marjan. Dari puncaknya, kota Split terlihat begitu indah—atap merah khas Mediterania, air laut yang berkilauan di bawah sinar matahari, dan kapal-kapal yang berlabuh di pelabuhan. Di sini, di tengah suara burung camar dan hembusan angin pantai, saya menemukan momen tenang yang mahal.
Tentunya, selama di Split kami habiskan waktu untuk berenang! Karena pantainya yang masya Allah indah sekali dan sangat menggoda untuk dinikmati. Meskipun airnya agak dingin, kami hampir setiap hari, setelah sesi yang intens di kelas, jalan kaki menuju pantai berbatu yang hanya berjarak beberapa menit dari kampus. Tidak ada pasir putih di sini, tetapi batu-batu besar menjadi tempat duduk alami untuk menikmati matahari terbenam. Percakapan tentang ekonomi, aktivisme, dan penelitian sering berlanjut di tepi laut, sambil menikmati semilir angin dan suara ombak yang menenangkan.
Salah satu pantai di Split |
Di sela-sela sesi, saya juga menyempatkan diri menjelajahi gang-gang sempit kota tua, mengagumi arsitektur kuno yang masih berdiri kokoh, dan membayangkan bagaimana kehidupan di kota ini berabad-abad yang lalu. Ini menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan selalu berkembang, tetapi ada banyak hal dari masa lalu yang tetap relevan hingga hari ini. Saya juga terkagum dengan banyaknya kucing yang berkeliaran di sudut-sudut kota ini.
Kucing yang bisa ditemukan di mana-mana~ |
Komentar
Posting Komentar